Galleri Video

This text will be replaced
prev
next

Menuju Pelaminan


Headline

Tentang Mereka

 PARAS ayu dan kesederhanaan adalah jati diri yang melekat kuat di sosok Nurastuti Wirajeni. Tampaknya, perpaduan itulah yang membuat hati Achmad Ubaidillah terpikat dan setelah empat tahun menjalin kasih, meminangnya pada September setahun silam.

Senyum memang selalu tak lepas dari bibir perempuan bergelar Gusti Raden Ajeng kelahiran 18 September 1986 itu. Kendati, lelah pasti hadir saat menjalani tak kurang dari 12 prosesi adat Jawa dalam momentum pernikahannya dengan Ubay yang sekarang bergelar Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara pertengahan Oktober 2011 ini. Pemberitaan tentang Jeng Reni begitu dia biasa disapa sudah dimulai sejak kiprah lulusan S1 Hospitality Management 2007, International Hospitality Management University, Manchester, Inggris, itu ikut mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta di ajang Miss Indonesia 2009. Walau begitu, sang finalis ini paling anti bila aktivitasnya mendompleng nama besar sang ayah, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. "Tanpa embel-embel, saya bisa membuktikan," ujar si bungsu dari lima bersaudara.

Karakter manja pun tak terlihat dalam diri putri Tatiek Drajad Suprihastuti atau Bendara Raden Ayu Mangkubumi atau Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan Bendara Raden Mas Herjuno Darpito atau Sri Sultan Hamengku Buwono X yang lahir dan dibesarkan di Keraton Kilen, Yogyakarta. Perempuan muda yang punya keterampilan membuat berbagai aksesoris ini malah semakin mandiri, khususnya saat menghabiskan masa remajanya di luar negeri.

Pengalaman bermukim jauh dari orangtua justru mendewasakan kepribadian adik GRA Nurmalita Sari/GKR Pembayun, GRA Nurmagupita/GKR Condrokirono, GRA Nurkamnari Dewi/GKR Maduretno, dan GRA Nurabra Juwita ini. "Tinggal di luar negeri membuka cara pandang sekaligus memperkaya wawasan saya," kata Reni, yang bertemu sang kekasih pertama kali di kawasan Senayan, Jakarta, pada 2007 lampau. Semasa bersekolah di Manchester Reni pernah terpilih sebagai "Upper Second Class Qualify" dan "Distinction (Grade A) in Second Year". Cucu Sultan HB IX ini juga pernah terpilih sebagai Best Citizenship in MY University untuk kategori best behaviour and academic. Dan itu semua dibuktikannya, tanpa embel-embel.
 
  MUNGKIN tak banyak yang mengenal sosok Achmad Ubaidillah sebelum beberapa hari menjelang pertengahan Oktober 2011 ini. Perhatian media massa pun tak begitu banyak tertuju pada pria kelahiran Jakarta 26 Oktober 1981 itu.

Namun pada hari ini, boleh jadi, Ubay begitu dia disapa, bakal menjadi pembicaraan masyarakat. Terlebih setelah lulusan S2 Ilmu Pemerintahan dari Institut Ilmu Pemerintahan Departemen Dalam Negeri pada 2006 itu mengikuti rangkaian prosesi pernikahan dengan Gusti Kanjeng Ratu Bendara atau GRAj Nurastuti Wijareni, putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tak hanya itu, Ubay juga mendapat gelar Kanjeng Pangeran Harya Yudanegara pada Ahad (3/7) pagi, di Bangsal Kesatrian, Keraton Yogyakarta.

Seperti diberitakan, Ubay berkenalan dengan Jeng Reni di kawasan Senayan, Jakarta pada 2007. Secara kebetulan kakak perempuan Jeng Reni, yakni Gusti Kanjeng Ratu Candra Kirana atau yang akrab dipanggil Mbak Ita adalah teman Ubay. Dari perkenalan sepintas itulah kemudian hubungan lebih akrab terus berlanjut. Kesederhanaan Jeng Reni rupanya membuat hati sosok penggemar futsal dan sepeda ini tergugah. Dan cintanya, ternyata tak bertepuk sebelah tangan. GKR Bendara dilamar pada September 2010.

Calon menantu Sri Sultan Hamengkubuwono X memang bukan dari kalangan bangsawan. Saat ini Ubay bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres). Terhitung sejak Maret lampau, ia diangkat sebagai Kepala Substansi Komunikasi Komunikasi Politik Bidang Media Cetak Sekretariat Wakil Presiden.

Ubay juga pernah menjadi ajudan mantan Sekretaris Wapres Tursandi Alwi sejak 2003 yang menjabat sebagai Gubernur Lampung kala itu, ketika baru menjadi PNS di Kementerian Dalam Negeri. Putra bungsu dari enam bersaudara asli Lampung yang hijrah ke Jakarta ini memang dibesarkan dari keluarga PNS. Ayahnya yang wafat 2001 lampau pun bekerja di Badan Pertahanan Nasional, sedangkan ibunya pensiunan dari Kementerian Agama.

Ibu dan kelima kakaknya mendukung penuh kisah cinta Ubay dengan putri raja Keraton Yogyakarta yang berujung pernikahan. Kendati semula, sang ibu sempat tak percaya bahwa sang perempuan yang akan disunting lelaki muda yang kini bermukim di belakang Rumah Sakit Budi Asih di bilangan Cawang, Jakarta Timur, itu adalah putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dan, cintalah yang mempersatukan mereka.
 

Prosesiana

Follow Us

fb
twit

Jogjapedia